Setelah beberapa hari nangguh membaca karena nonton Thapki via Youtube, Deception Point akhirnya habis terbaca.

Seperti biasa, saya memilih buku lewat Goodreads.com. Awalnya kurang yakin untuk beli karena ratingnya sekitar 3,6 atau 3,7. Tapi akhirnya beli karena setelah baca preview dari Google Book saya jadi terbayang-bayang sama ceritanya. And I am happy I decided to buy it.

Judul: Deception POint
Penulis: Dan Brown
Genre: science-fiction, suspense, political drama
Sinopsis:
When a NASA satellite discovers an astonishingly rare object buried deep in the Arctic ice, the floundering space agency proclaims a much-needed victory — a victory with profound implications for NASA policy and the impending presidential election. To verify the authenticity of the find, the White House calls upon the skills of intelligence analyst Rachel Sexton. Accompanied by a team of experts, including the charismatic scholar Michael Tolland, Rachel travels to the Arctic and uncovers the unthinkable: evidence of scientific trickery — a bold deception that threatens to plunge the world into controversy. But before she can warn the President, Rachel and Michael are ambushed by a deadly team of assassins. Fleeing for their lives across a desolate and lethal landscape, their only hope for survival is to discover who is behind this masterful plot. The truth, they will learn, is the most shocking deception of all.

Idenya menarik untuk saya yang suka hard science fiction, isinya penuh dengan sains and it really keeps me in. Tapi, selain fiksi ilmiah kita juga dapat politik, suspens, dan sedikit drama lewat buku ini. Pokoknya, secara konten ceritanya, Me likey.

Plot twist-nya banyak banget. Beberapa sangat tidak terprediksi and left me gaping. Twist-nya kayak mesin cuci yang berputar, muter kiri-kanan. Bedanya sama mesin cuci, di buku ini intervalnya tidak bisa ku terka. Bahkan ada satu twist yang bikin saya bilang “F*ck you.” Muahahaha. Tapi ada satu twist yang berasa terlalu dipaksakan. Like, Brown terlihat dengan jelas menggiring pemahamam kita ke A tapi ternyata ke B. Saya tidak yakin itu bisa dikatakan sesuatu yang bagus atau tidak, tapi obviously menggiring pemahaman pembaca untuk menjauhi suspect yang sebenarnya berasa desperate. Seolah Brown takut kalau pembaca bisa menebak dengan mudah sehingga harus digiring seperti itu.

Pengkarakterannya bagus banget menurutku. Karakter-karakter diperkenalkan dengan perlahan, tidak langsung semua brek! dimunculkan. Tiap karakternya punya personality yang jelas dan gampang dibedakan dengan karakter lainnya. In which, saya biasa kesusahan membedakan karakter satu dengan yang lainnya. Tapi di buku ini tidak terjadi. I am grateful for that.

Saya bersyukur sekali karena background kuliah saya sains jadi saya bisa mengerti ceritanya dengan mudah. Tapi, walaupun bukan kuliah dari jurusan sains pembaca masih tetap bisa mengerti kok. So, don’t get intimidated and pick this book  if you like sci-fi.

Advertisements