Without Mercy
Penulis: Lisa Jackson
Genre: Misteri, thriller, crime.

Without Mercy karya Lisa Jackson ini bercerita tentang usaha Jules untuk mengeluarkan adiknya dari Blue Rock Academy, sekolah untuk anak-anak yang bermasalah dengan perilaku mereka. Atau pendeknya delinquent. 

Saya nemu buku ini di perpustakaan sekolah tempat saya mengajar. Soalnya waktu itu buku yang saya beli untuk bulan yang sama sudah habis kebaca. Kalau pun mau beli harus nunggu minimal lima bulan sampai barangnya tiba. So, saya ngubek-ngubek perpustakaan sekolah dan dapatlah buku ini (btw, sebelumnya saya dapat Pet Sematary disana). Pas baca sinopsisnya, saya jadi ingat kalau saya memang pernah niat baca buku ini. Tapi, karena ulasan di Goodreads tidak begitu meyakinkan untuk buku ini so I dropped it. Tapi karena nemu di perpustakaan sekolah, artinya gratis, jadi ya ane baca aja.

Plotnya agak klise sebenarnya. Tapi seandainya dibawakan dengan menarik ya I am not complaining. Sampai saat nulis ulasan ini saya baru di halaman 198, setengahnya pun belum. Cuma karena saya punya unek-unek tentang buku ini jadi kebelet pengen nulis ulasan.

Karakternya yang bikin saya agak jengkel sama buku ini. Entahlah, mungkin saya saja yang merasa begini tapi character development-nya berasa sooo desperate. Karakter yang dinarasikan oleh penulis dengan cara mereka berlaku di dalam novel beda sekali menurutku. Logic yang ditampilkan oleh karakter-karakter dalam monolog mereka juga agak “bolong”. Kadang ada scene yang tiba-tiba para karakter heboh sendiri, berargumen hebat satu sama lain, tapi saya tidak ngerti kenapa mereka harus seperti itu. Lebay. Ya, kayaknya lebay cocok deh.

Kalau mengingat latar belakang karakter masing-masing kayaknya bisa dimengerti kenapa mereka bertingkah seperti yang ditampilkan dalam novel. Tapi, agaknya background-nya itu kurang ditonjolkan sehingga pembaca (apalagi yang kayak saya, yang rada banyak maunya) merasa kalau novelnya ini kurang indulging.

Tapi ya, karena progress baca saya belum sampai 50% jadi bisa saja nanti saya berubah pendapat soal buku ini.

Later.

UPDATE

Akhirnya, setelah memaksakan diri baca buku ini, I dropped it. Alasannya sama seperti yang saya keluhkan sebelumnya. Karakternya, atau pengkarakterannya? Anyway, saya sudah tidak tahan lagi bacanya. Udah dibalikin juga ke perpustakaan sekolah.

Advertisements